Senin, 08 Maret 2010

Manfaat manajemen strategis

Secara historis, manfaat utama manajemen strategis telah membantu organisasi memformulasikan strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang sistematik, logis dan rasional untuk pilihan strategi. Komunikasi adalah kunci sukses manajemen strategi.tujun utama dari proses adalah untuk mencapai pemahaman dan komitmen dari seluruh manajemen dan staf. Manfaat besar dari manajemen strategis adalah peluang bahwa proses memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan individidu.

Manfaat finansial

Penelitian menunjukan bahwa organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategis lebih menguntungkan dan berhasil dibandingkan organisasi lain yang tidak menggunakan. Perusahaan dengan kinerja tinggi tampaknya membuat keputusan yang dilatarbelakangi informasi yang lengkap dengan antisipasi yangbaik tentang konsekuensi jangka pendek dan jagka panjang.

Manfaat nonfinansial

Manajemen strategis menawarkan manfaat lainnya seperti meningkatkan kesadaran atas ancaman eksternal, pemahaman yang lebih baik atas strategi pesaing, meningkatnya produktivitas karyawan, mengurangi keengganan untuk berubah, pengertian yang lebih baik atas hubungan antara kinerja dan penghargaan.

Berikut adalah beberapa alasn untuk tidak melakukan perencanaan strategis atau perencanaan strategis yang buruk:

  • Struktur penghargaan (renumerasi) yang buruk
  • Memadamkan masalah
  • Membuang-buang waktu
  • Terlalu mahal
  • Kemalasan
  • Puas dengan kesuksesan
  • Takut gagal
  • Terlalu percaya diri
  • Pengalaman buruk di masa lalu
  • Kepentingan pribadi
  • Ketakutan atas sesuatu yang tidak diketahui
  • Perbedaan pendapat yang jujur
  • Kecurigaan

Beberapa bahaya untuk diwaspadai dan dihindari dalam perencanaan strategis adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan perencanaan strategis untuk memilki kontrol atas sumber daya dan keputusan
  • Hanya untuk memenuhi persyaratan undang-undang atau akreditasi
  • Terlalu cepat bergerak dari misi ke formulasi strategi
  • Gagal mengkomunikasikan kepada staf
  • Banyak keputusan intuitif pada manajer tingkat atas
  • Manajer tingkat atas tidak aktif mendukung proses penrnyataan strategis

Etika bisnis dapat didefinisikan sebagai aturan dalam organisasi yang menjadi pedoman pembuatan keputusan dan perilaku. Etika bisnis yang baik adalah prasyarat untuk manajemen strategis yang baik, etika yang baik akan menghasilkan bisnis yang baik.

refrensi : http://ikmalaceh.wordpress.com

Karakteristik manajemen strategis

Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memformulasikan, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas funsi yang memungkinkan organanisasi dapat mencapai tujuannya.
Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi dan meciptakan peluang baru yang berbeda untuk masa mendatang, perencanaan jangka panjang, sebaliknya, mencoba untuk mengoptimalkan tren sekarang untuk masa depan.

Tahapan dalam manajemen strategis:

1. Formulasi strategi, termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternative strategi dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan.

2. Implementasi strategi, mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah doformulasikan dapat dijalankan. Melaksanakan strategi berarti memobilisasi karyawan.

3. Evaluasi strategi, adalah tahap final dalam manajemen strategis.Tiga aktivitas dasar evaluasi adalah: meninjau ulang factor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini, mengukur kinerja, dan mengambil tinadakan korektif.

Ketiga aktivitas ini terjadi di 3 hierarki dalam perusahaan besar: korporat, divisional, atau unit bisnis strategis dan fungsional.


refrensi : http://ikmalaceh.wordpress.com


strategi manajemen

Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.

dari artikel dikky (http://dikkyprima.wordpress.com)

dikatakan bahwa Misi sebuah organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi itu bisa berjalan. visi dan misi diawali dengan pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi dan pengendalian.

Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lungkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perushaan.

Visi dan misi yang baik bisaanya mendefinikian tujuan mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dan mengidentifikasi jangkauan operasi perusahaan daam produk yang ditawarkan dan pasar yang dilayani. Misi mengembangkan harapan pada karyawan dan mengkomunikasikan pandangan umum untuk kelompok pemegang saham utama dalam lingkungan kerja perusahaan.


Senin, 04 Januari 2010

Sang Pemimpi


Sang Pemimpi Catat Rekor

Senin, 4/1/2010


Dok. Miles Pictures/Mizan

Lukman Sardi dan Ariel dalam film "Sang Pemimpi"

JAKARTA, KOMPAS. com -- Film "Sang Pemimpi" berhasil mencatat rekor. Pada pemutaran sesi perdananya, film garapan sutradara Riri Riza itu, berhasil menyedot penonton hingga 130 ribu orang. Jumlah tersebut, diakui Mira Lesmana, produser film "Sang Pemimpi", tergolong sangat tinggi.

"Iya, jumlah segitu besar banget," ujar Mira Lesmana ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (4/1/2009).

Melengkapi prestasinya, film sekuel "Laskar Pelangi" juga telah menembus angka 1,8 juta penonton selama dirilis sejak 17 Desember lalu. "Target saya sebenarnya hanya 2 juta penonton, yang penting balik modal," ujar Mira.

Dikatakan Mira, konsep pemutaran "Sang Pemimpi" direncanakan akan mengikuti pola yang dilakukan pada saat pemutaran "Laskar Pelangi", yakni secara gratis di daerah-daerah terpencil. "Kita masih keliling ke berbagai kota untuk nonton bareng dengan layar tancap di Belitong karena enggak ada bioskop di sana. Kita masih akan terus keliling lagi ke 34 titik yang enggak ada bioskopnya," terang Mira.

Sejauh ini, film yang di antaranya dibintangi "Lukman Sardi" dan Ariel "Peterpan" telah diputar di Dubai, Hongkong, dan Australia. "Antusias penonton yang masuk ke twitter dan facebook aku luar biasa, rata-rata mereka menonton empat sampai lima kali. Ada yang bilang terinspirasi jadi tambah semangat yang tadinya sudah malas untuk bercita-cita dan banyak yang bilang bahwa mengingatkan kembali betapa besar peran ayah untuk hidup, terutama kepada ayahnya yang sudah tidak ada. Beberapa guru bilang bahwa cara mengajar bapak Balia sangat menginspirasi mereka. Responnya sangat positif," tuturnya.

Lebih jauh Mira menilai kesuksesan yang berhasil diraih "Laskar Pelangi" dengan "Sang Pemimpi" agak sedikit berbeda. "'Laskar Pelangi" dulu diputar zaman kampanye. Sekarang saya mulai berpikir apakah mereka menonton karena kampanye?" ujarnya. (C9-09)

Dirut Pertamina Bakal Diganti?

Dirut Pertamina Bakal Diganti?

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dikabarkan akan segera diganti. Namun, saat dikonfirmasi kebenaran berita ini, Menneg BUMN Mustafa Abubakar membantahnya.

"Hah dari siapa? Belum, masih diolah. Posisi dirut belum tentu diganti," tangkisnya, saat dikonfirmasi soal kabar tersebut, di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Dia mengakui akan melakukan perombakan Direksi Pertamina. Pemerintah telah mengisi 24 calon yang akan menduduki posisi direksi dan komisaris Pertamina. Diharapkan, bulan ini sudah dapat diketahui hasilnya.

"Dari 24 sudah diperingkat. Ada kategori sangat baik, baik, kurang. Diharapkan sudah ada hasilnya Januari," tuturnya.

Sebelumnya Mustafa juga mengatakan, pergantian Direksi Pertamina akan dilakukan setelah perombakan Direksi PT PLN.

Program 100 Hari Kerja

Hatta: Program 100 Hari Kerja Telah Capai 92,2 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menyatakan telah menyelesaikan 92,2 persen program 100 hari kerja dari target yang telah ditetapkan. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa optimistis pihaknya dapat mencapai seluruh target yang telah ditetapkan sebelumnya atau mencapai 53 program aksi.

"Pada H 100 diharapkan bisa 100 persen, atau seluruhnya ada 53 program aksi dapat dicapai," ujar Hatta, saat jumpa pers akhir tahun 2009 di kantornya, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Dia menjelaskan, 53 program aksi tersebut adalah program-program terobosan yang dilakukan oleh kementerian/lembaga untuk menghilangkan sumbatan iklim investasi. Di antaranya, menyangkut harmonisasi peraturan yang menghambat, termasuk revitalisasi energi, dan menyangkut listrik.

Program lainnya adalah menyangkut tata ruang, masalah tanah, land acquisition, lahan telantar, dan masalah infrastruktur yang menggunakan lahan kehutanan.

Tarif Bus Transjakarta

Tarif Bus Transjakarta Bakal Naik


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan rencana menaikkan tarif bus transjakarta. Kenaikan tarif diperlukan untuk mengatasi membengkaknya subsidi setelah Badan Arbitrase Nasional Indonesia menolak biaya operasional yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.

"Keputusan menaikkan tarif bus transjakarta atau menambah subsidinya akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian Jakarta beberapa bulan ke depan. Namun, peningkatan biaya operasiona l dan pemeliharaan bus transjakarta memang harus segera disikapi," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (4/1/2010) di Balaikota DKI.

Pada awal bulan lalu, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) memutuskan biaya operasional dan pemeliharaan bus transjakarta koridor IV sampai VII adalah Rp 12.256 per kilometer. Nilai itu mendekati yang diminta oleh konsorsium yang mengoperasikan bus, Rp 12.850 per kilometer.

Sedangkan yang diajukan Pemprov adalah Rp 9.500 per kilometer. Nilai yang diajukan Pemprov sama dengan yang ditetapkan untuk konsorsium operator pada koridor VIII-X.

Subsidi yang disediakan Pemprov dalam APBD 2009 dan 2010 untuk koridor IV-VII didasari pada biaya operasional Rp 9.500 per kilometer. Dengan demikian, dibutuhkan tambahan dana lebih dari Rp 100 miliar untuk subsidi bus transjakarta.

Jika tambahan dana subsidi itu dibebankan pada APBD 2010, anggaran untuk sektor lain akan tersedot. Dengan demikian, pembangunan di sektor nontransportasi akan terhambat.