Tampilkan postingan dengan label pengantar bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengantar bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2009

Franchise di Indonesia dan Pengertiannya



Franchising (pewaralabaan) pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dengan demikian, franchising bukanlah sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategsinya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha. Bahklan sistem franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut pendanaan, SDM dan managemen, keculai kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.

Di Indonesia franchise dikenal sejak era 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King. Perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Setelah itu, usaha franchise mengalami kemerosotan karena terjadi krisis moneter. Para penerima waralaba asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Hingga 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang belum stabili ditandai dengan perseteruan para elit politik. Barulah pada 2003, usaha franchise di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Franchise pertama kali dimulai di Amerika oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer pada 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an.

Definisi
Masing-masing negara memiliki definisi sendiri tentang waralaba. Amerika melalui International Franchise Association (IFA) mendefinisikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Sedangkan menurut British Franchise Association sebagai garansi lisensi kontraktual oleh satu orang (franchisor) ke pihak lain (franchisee) dengan:
- Mengijinkan atau meminta franchisee menjalankan usaha dalam periode tertentu pada bisnis yang menggunakan merek yang dimiliki oleh franchisor.
- Mengharuskan franchisor untuk melatih kontrol secara kontinyu selama periode perjanjian.
- Mengharuskan franchisor untuk menyediakan asistensi terhadap franchisee pada subjek bisnis yang dijalankan—di dalam hubungan terhadap organisasi usaha franchisee seperti training terhadap staf, merchandising, manajemen atau yang lainnya.
- Meminta kepada franchise secara periodik selama masa kerjasama waralaba untuk membayarkan sejumlah fee franchisee atau royalti untuk produk atau service yang disediakan oleh franchisor kepada franchisee.

Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

David J.Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.

Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Selain definisi menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi franchise. Salah satunya seperti yang diberikan oleh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. IPPM mengartikannya sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan kata tersebut yang berasal dari wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan.

Sementara itu, menurut PP No.16/1997 waralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Definisi inilah yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia.


sumber: http://salamfranchise.com/2008/06/16/franchise-di-indonesia-dan-pengertiannya-2/

Percantik Gigi dengan Behel


VIVAnews – Anda sungkan tersenyum lebar karena gigi kurang rapi ? Mungkin saatnya anda mendongkrak rasa percaya diri dengan mengenakan behel untuk memperbaiki penampilan gigi agar nampak lebih cantik.
Tapi sebelum memutuskan mengenakan behel, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui. Pertama, siapkan dana sekitar 9 hingga 10 juta untuk behel berbahan metal, dan 15 – 17 juta untuk behel berbahan keramik.

Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Behel berbahan metal dipilih untuk kualitasnya yang dinilai lebih baik, lebih kuat serta bisa mengatasi kasus yang termasuk berat sekalipun. Harganya pun lebih murah. Tapi dari segi estetika memang agak kurang disukai, karena warna metal yang menempel di gigi seringkali dinilai mengurangi kecantikan wajah.

Banyak wanita yang lebih memilih mengenakan behel berbahan keramik dibanding metal, meski harganya lebih mahal. Behel berbahan keramik warnanya hampir sewarna gigi sehingga nampak lebih sedap dipandang bila tersenyum.

Sebetulnya ada satu jenis behel lagi, yaitu berbahan porselen, tapi jarang digunakan karena mudah ternoda oleh warna makanan. Lagipula secara fungsi estetika, mirip dengan behel berbahan keramik yang lebih elegan dikenakan.

Namun selain dana, ada hal lain yang sangat penting untuk kesuksesan upaya mempercantik gigi ini. Menurut Drg.Ardi Kurniawan,Sp.Ort dari Danta Dental Care, niat dan komitmen jangka panjang diperlukan dari pasien yang ingin mengenakan behel. Maklum upaya mempercantik ini tak selalu menyenangkan dan membutuhkan waktu 2 hingga 2,5 tahun.

“Sikap kooperatif pasien sangat dibutuhkan untuk keberhasilan proses perbaikan gigi. Pasien harus rajin merawat gigi dengan perawatan rutin ekstra, serta kontrol ke ortodontis yang merawatnya setiap tiga pekan,” kata drg.Ardi.

“Bila pasien tak kooperatif maka bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan lebih panjang. Bahkan bisa jadi harus dihentikan di tengah jalan, bila terbukti pasien tak cukup rajin merawat giginya, sehingga menimbulkan kerusakan jaringan penyangga gigi, seperti gusi berdarah dan gigi goyang,” lanjut drg Ardi.

Untuk para wanita yang sudah mengenakan behel saat ini, Drg. Ardi memberikan tips agar tujuan mengenakan behel berhasil seperti harapan. Rutin mengganti karet elastis sehari dua kali dan menggunakan alat ekstra perawatan oral untuk pasien dengan kasus-kasus khusus. Membersihkan gigi dengan lebih teliti, sikat gigi setiap habis makan, dan gunakan obat kumur.

Terakhir rajin kontrol ke ortodontis yang merawat, untuk mengevaluasi pergerakan gigi, konsultasi keluhan yang terjadi dan mengecek kebersihan rongga mulut.

• VIVAnews

Ramalan 2009 Bisnis Makanan dan Jasa Makin Booming


www.vivanews.com

VIVAnews - Beberapa tahun ini, bisnis makanan selalu menjadi pilihan banyak pengusaha. Hingga akhir tahun ini, bisnis dunia kuliner tak pernah mati, bahkan terus berkembang.

Feri Purwo, paranormal akan meramalkan kondisi ini pada 2009 dari sisi metafisik dan spiritual. Berikut penuturannya saat diwawancarai VIVAnews lewat telepon. Anda boleh percaya, boleh tidak.

"Saya melihat tahun depan kondisinya akan berlangsung sama, meski krisis global masih akan terasa pada 2009.

Yang perlu disadari, krisis global ini akan berdampak pada kelangsungan hidup sejumlah perusahaan. Efeknya, perusahaan-perusahaan tersebut akan mengurangi banyak pegawai. Sehingga, pada tiga bulan pertama 2009, akan terjadi PHK besar-besaran di beberapa perusahaan.

Untuk mengantisipasi, membuka bisnis sendiri bisa jadi pilihan agar dapur bisa terus ‘ngebul’. Tahun depan, saya meramalkan ada tiga bisnis yang sangat bagus untuk dikembangkan. Yaitu, bisnis di bidang kuliner, jasa, dan bidang entertainment.
Tampaknya, karena tingkat stres akan melonjak akibat krisis global, banyak orang yang butuh relaksasi untuk menghilangkan stres. Tiga hal tersebut bisa menjadi penyaluran yang positif.

Bisnis entertainment yang juga memiliki potential market pada 2009 adalah arena permainan bilyar dan semacamnya, studio dan penyewaan alat musik atau karaoke. Dalam bidang ini, usaha pijat refleksi, salon perawatan kecantikan dan spa, masih terus didatangi.

Sedangkan bidang jasa atau services, yang berpotensi menghasilkan laba, antara lain, jasa konsultasi, jasa reparasi barang elektronik, pengobatan alternatif, penasehat spiritual, penyedia tiket konser dan biro perjalanan wisata.

Khusus bidang Food & Beverages, Anda harus pintar menembak segmen pasar yang dijadikan sasaran. Yang pasti, café, kedai atau tempat makan yang akan menawarkan suasana nyaman, sehingga bisa pengunjung dapat nongkrong lama, akan ramai didatangi.

Banyaknya kampanye parpol di 2009, akan makin meningkatkan potensi bisnis makanan ini. Bayangkan saja, satu kampanye partai politik (parpol) peserta pemilu 2009 di lapangan terbuka saja bisa mendatangkan massa ratusan bahkan ribuan orang.

Di antara sekian ribu orang tersebut pasti banyak yang haus atau lapar. Dengan membuka kedai yang menyediakan minuman dan makanan di tempat kampanye itu pasti akan laris diserbu orang-orang yang jumlahnya ratusan bahkan bisa ribuan tadi."

Makanan Indonesia Bakal Berjaya Tahun 2009


Jakarta - Kewaspadaan dan kehati-hatian mewarnai lembaran baru tahun 2009 ini. Para cenayang pun memberikan banyak pandangan mengenai nasib bisnis dan politik negeri ini. Tahukah Anda bahwa bisnis makanan Indonesia paling memiliki prospek cerah di tahun ini? Apa saja yang bisa Anda lakukan? Raih kesempatan emas segera!

Tahun 2009 dibuka dengan harapan yang diselimuti was-was. Maklum saja kondisi ekonomi global dan nasional tidaklah terlalu menjanjikan. Bukan hanya pasar modal yang runtuh tetapi harga minyak mentah juga terus melorot serta produk pertanian dunia juga menyusut. Ancaman PHK pun membayangi semua sektor. Apakah Anda sudah siap dengan berbagai rencana di tahun 2009?

Ternyata tidak semua sisi bisnis mengalami kesuraman. Inilah yang ditangkap oleh beberapa cenayang dalam ramalan mereka di tahun 2009 atau tahun kerbau api dalam penanggalan Cina. Bisnis yang bakal tetap cerah adalah bisnis makanan, khususnya makanan Indonesia.

Jika bisnis makanan yang ingin Anda rintis. Inilah saat yang tepat! "Makanan tradisional memiliki potensi yang sangat besar. Bisa dikembangkan tanpa pengaruh kondisi global," demikian tutur pak William Wongso, pakar kuliner dan jamuan Indonesia. Maklum saja bisnis makanan tradisional tak memerlukan banyak modal, bahan bakunya lokal dan penggemarnya tak pernah susut.

Kesempatan istimewa untuk bertukar info, membuka wawasan seputar makanan Indonesia kami gelar secara khusus bersama William Wongso. Di acara inilah Anda bisa mendapatkan inspirasi dan informasi lengkap seputar makanan Indonesia.

Acara yang istimewa ini juga mendapatkan dukungan khusus dari Magasida dari PT Kimia Farma. Oleh karena itu secara istimewa kami juga akan memberikan Harga Khusus buat peserta talkshow ini. Untuk mereka yang sudah mendaftar juga tetap akan mendapatkan harga khusus ini.

Jika Anda mendaftar untuk 2 orang, cukup membayar Rp. 550.000,00 per orang dan jika membayar untuk 1 orang, harga tiket Rp. 600.000,00 per orang. Harga yang Anda investasikan ini meliputi kesempatan istimewa berdiskusi dengan William Wongso, mendapatkan info lengkap seputar makanan Indonesia, icip-icip plus makan siang. Sejumlah hadiah dari produk kesehatan, produk elektronik dan voucher makan sudah kami siapkan untuk Anda yang beruntung.

www.detik.com