Rabu, 30 Desember 2009

Ramalan 2009 Bisnis Makanan dan Jasa Makin Booming


www.vivanews.com

VIVAnews - Beberapa tahun ini, bisnis makanan selalu menjadi pilihan banyak pengusaha. Hingga akhir tahun ini, bisnis dunia kuliner tak pernah mati, bahkan terus berkembang.

Feri Purwo, paranormal akan meramalkan kondisi ini pada 2009 dari sisi metafisik dan spiritual. Berikut penuturannya saat diwawancarai VIVAnews lewat telepon. Anda boleh percaya, boleh tidak.

"Saya melihat tahun depan kondisinya akan berlangsung sama, meski krisis global masih akan terasa pada 2009.

Yang perlu disadari, krisis global ini akan berdampak pada kelangsungan hidup sejumlah perusahaan. Efeknya, perusahaan-perusahaan tersebut akan mengurangi banyak pegawai. Sehingga, pada tiga bulan pertama 2009, akan terjadi PHK besar-besaran di beberapa perusahaan.

Untuk mengantisipasi, membuka bisnis sendiri bisa jadi pilihan agar dapur bisa terus ‘ngebul’. Tahun depan, saya meramalkan ada tiga bisnis yang sangat bagus untuk dikembangkan. Yaitu, bisnis di bidang kuliner, jasa, dan bidang entertainment.
Tampaknya, karena tingkat stres akan melonjak akibat krisis global, banyak orang yang butuh relaksasi untuk menghilangkan stres. Tiga hal tersebut bisa menjadi penyaluran yang positif.

Bisnis entertainment yang juga memiliki potential market pada 2009 adalah arena permainan bilyar dan semacamnya, studio dan penyewaan alat musik atau karaoke. Dalam bidang ini, usaha pijat refleksi, salon perawatan kecantikan dan spa, masih terus didatangi.

Sedangkan bidang jasa atau services, yang berpotensi menghasilkan laba, antara lain, jasa konsultasi, jasa reparasi barang elektronik, pengobatan alternatif, penasehat spiritual, penyedia tiket konser dan biro perjalanan wisata.

Khusus bidang Food & Beverages, Anda harus pintar menembak segmen pasar yang dijadikan sasaran. Yang pasti, café, kedai atau tempat makan yang akan menawarkan suasana nyaman, sehingga bisa pengunjung dapat nongkrong lama, akan ramai didatangi.

Banyaknya kampanye parpol di 2009, akan makin meningkatkan potensi bisnis makanan ini. Bayangkan saja, satu kampanye partai politik (parpol) peserta pemilu 2009 di lapangan terbuka saja bisa mendatangkan massa ratusan bahkan ribuan orang.

Di antara sekian ribu orang tersebut pasti banyak yang haus atau lapar. Dengan membuka kedai yang menyediakan minuman dan makanan di tempat kampanye itu pasti akan laris diserbu orang-orang yang jumlahnya ratusan bahkan bisa ribuan tadi."

Makanan Indonesia Bakal Berjaya Tahun 2009


Jakarta - Kewaspadaan dan kehati-hatian mewarnai lembaran baru tahun 2009 ini. Para cenayang pun memberikan banyak pandangan mengenai nasib bisnis dan politik negeri ini. Tahukah Anda bahwa bisnis makanan Indonesia paling memiliki prospek cerah di tahun ini? Apa saja yang bisa Anda lakukan? Raih kesempatan emas segera!

Tahun 2009 dibuka dengan harapan yang diselimuti was-was. Maklum saja kondisi ekonomi global dan nasional tidaklah terlalu menjanjikan. Bukan hanya pasar modal yang runtuh tetapi harga minyak mentah juga terus melorot serta produk pertanian dunia juga menyusut. Ancaman PHK pun membayangi semua sektor. Apakah Anda sudah siap dengan berbagai rencana di tahun 2009?

Ternyata tidak semua sisi bisnis mengalami kesuraman. Inilah yang ditangkap oleh beberapa cenayang dalam ramalan mereka di tahun 2009 atau tahun kerbau api dalam penanggalan Cina. Bisnis yang bakal tetap cerah adalah bisnis makanan, khususnya makanan Indonesia.

Jika bisnis makanan yang ingin Anda rintis. Inilah saat yang tepat! "Makanan tradisional memiliki potensi yang sangat besar. Bisa dikembangkan tanpa pengaruh kondisi global," demikian tutur pak William Wongso, pakar kuliner dan jamuan Indonesia. Maklum saja bisnis makanan tradisional tak memerlukan banyak modal, bahan bakunya lokal dan penggemarnya tak pernah susut.

Kesempatan istimewa untuk bertukar info, membuka wawasan seputar makanan Indonesia kami gelar secara khusus bersama William Wongso. Di acara inilah Anda bisa mendapatkan inspirasi dan informasi lengkap seputar makanan Indonesia.

Acara yang istimewa ini juga mendapatkan dukungan khusus dari Magasida dari PT Kimia Farma. Oleh karena itu secara istimewa kami juga akan memberikan Harga Khusus buat peserta talkshow ini. Untuk mereka yang sudah mendaftar juga tetap akan mendapatkan harga khusus ini.

Jika Anda mendaftar untuk 2 orang, cukup membayar Rp. 550.000,00 per orang dan jika membayar untuk 1 orang, harga tiket Rp. 600.000,00 per orang. Harga yang Anda investasikan ini meliputi kesempatan istimewa berdiskusi dengan William Wongso, mendapatkan info lengkap seputar makanan Indonesia, icip-icip plus makan siang. Sejumlah hadiah dari produk kesehatan, produk elektronik dan voucher makan sudah kami siapkan untuk Anda yang beruntung.

www.detik.com

Senin, 28 Desember 2009

KPK

KPK Kawal Program Single Indentification Number

www.okezone.com

JAKARTA - Departemen Dalam Negeri segera merealisasikan program Single Identification Number (SIN) atau nomor identitas kependudukan dengan format biometrik. Program yang menelan biaya Rp6,6 trilun itu akan langsung dimonitor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bila telah memenuhi sistem yang lengkap, kita perlu dana senilai Rp6,6 triliun. Itu harus bisa terpenuhi karena menurut amanat UU mesti rampung pada 2011,” ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi usai bertemu pimpinan KPK, Senin (28/12/2009).

Manfaat yang diperoleh dari SIN ini, kata dia, antara lain meminimalkan kepemilikan kartu penduduk ganda hingga memudahkan pendataan seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan lain-lain. “(Problem DPT) itu sudah pasti, karena setiap pemilih memiliki satu kartu dan tidak bisa ganda,” imbuhnya.

Mengenai anggaran penyelesaian program ini, menurut Gamawan, diserahkan sepenuhnya kepada DPR. “Tentu dengan pihak (panitia) anggaran DPR, dalam hal ini komisi II. Itu sudah dibahas, nanti biarlah DPR. Kita minta masukan ke KPK agar pekerjaan ini terkontrol. Kita ingin clean and clear,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan M Jasin mengatakan, KPK siap memonitor implementasi proyek SIN ini. “Kalau terealisasi, KPK hanya memonitor. Kalau bisa dihemat ya bagus. Ini bisa berdampak sistemik positif. Jadi ini harus didukung. Diharapkan potensi korupsi bisa diminimalisir dan diharapkan tidak ada,” katanya.

Sebagaimana diketahui, SIN ini sudah mulai diberlakukan di empat negara, yakni Malaysia, Polandia, Afrika Selatan, dan Cyprus. Sementara untuk di Indonesia baru akan dilakukan ujicoba di enam kota yakni Padang, Yogyakarta, Cirebon, Makassar, Tangerang, dan Bali mulai Desember ini.
(ded)

Rabu, 23 Desember 2009

Struktur Direksi PLN

Struktur Direksi PLN Makin 'Gemuk'

Menneg BUMN Mustafa Abubakar. Foto: Candra Setya Santoso/Okezone.com

JAKARTA - Meskipun jabatan Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) dihapuskan, namun ternyata struktur dewan direksi PLN yang baru justru semakin 'gemuk' dengan total 10 orang direksi. Padahal dalam jajaran dewan direksi yang lama hanya diisi oleh enam orang direksi.

Dikhawatirkan, pembengkakan ini justru akan membuat PLN menjadi semakin tidak efisien mengingat sebelumnya DPR pernah menyoroti gemuknya organisasi PLN.

"Efisiensi enggak harus dilihat dari besarnya organisasi saja, tapi harus dilihat juga resultnya. Memang harus ada satuan kerja yang mesti ditambah untuk mengurus hal baru," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat konferensi pers seusai pelantikan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PLN, di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

Pembengkakan jumlah direksi tersebut karena terdapat unit baru dibanding direksi sebelumnya seperti pemisahan Direktur yang semula mengurusi luar Jawa Madura Bali menjadi Direktur Operasi Indonesia Barat dan Direktur Operasi Indonesia Timur.

Selain itu, terdapat pula jabatan baru yang sebelumnya tidak ada yaitu Direktur Energi Primer, Direktur Pengadaan Strategis, dan Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko.

Dari keseluruhan dewan direksi yang lama, masih menyisakan dua nama dalam jajaran direksi yang baru yaitu Murtaqi Syamsuddin sebagai Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko dan Setio Anggoro Dewo sebagai Direktur Keuangan.

Kenari

Kenari Kurangi Resiko Kanker Payudara

Lihat Gambar
Kenari

Sabtu, 19 Desember 2009 18:15
KapanLagi.com - Memakan kenari diduga memberi tubuh asam lemak esensial omega-3, anti-oksidan, dan phytosterol, zat yang mengurangi resiko kanker payudara, demikian hasil satu studi yang disajikan pada Pertemuan Tahunan Ke-100 2009 Asosiasi untuk Riset Kanker Amerika.

Phytosterol (yang juga disebut plant sterol) merupakan sekelompok alkohol steroid, phytochemical alamiah yang terdapat pada tanaman.

Phytosterol berbentuk bubuk putih dengan aroma khas yang tak menyengat tidak larut di dalam air dan larut di dalam alkohol. Zat tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan tambahan makanan guna menurunkan kadar kolesterol, serta pada obat dan kosmetika.

Elaine Hardman, pembantu profesor di bidang obat di "Marshall University School of Medicine", mengatakan, meskipun studinya dilakukan pada hewan laboratorium dan bukan manusia, orang mesti memperhatikan saran agar makan lebih banyak kenari.

"Kenari lebih baik daripada kue, buah segar, atau keripik kentang ketika anda memerlukan kudapan," kata Hardman.

Hardman dan rekannya mengkaji tikus yang diberi makan makanan yang mereka perkirakan sama dengan porsi manusia, dua ons kenari per hari. Satu kelompok terpisah tikus diberi makanan yang dipantau.

Pemeriksaan standar memperlihatkan konsumsi kenari secara mencolok menurunkan peristiwa tumor payudara, jumlah kelenjar tumor dan ukuran tumor.

"Tikus laboratorium ini secara khusus memiliki 100% peristiwa tumor dalam lima bulan; konsumsi kenari menghambat perkembangan tumor itu sampai setidaknya tiga pekan," kata Hardman.

Analisis molekuler memperlihatkan, peningkatan konsumsi asam lemak omega-3 memberi sumbangan pada penurunan peristiwa tumor, tapi beberapa bagian lain kenari juga memberi sumbangan.

"Dengan campur-tangan makanan, anda menyaksikan banyak mekanisme ketika berurusan dengan seluruh makanan," kata Hardman. "Jelas bahwa kenari memberi sumbangan bagi makanan sehat sehingga dapat mengurangi kanker payudara." (ant/cax)

SANG PEMIMPI

'SANG PEMIMPI' Masih di Bawah 'LASKAR PELANGI'

Lihat Biografi Riri Riza
Riri Riza, sutradara 'SANG
PEMIMPI'

Kapanlagi.com - Apa yang diharapkan terkadang tidak sesuai dengan yang terjadi. Sama halnya dengan pencapaian film terbaru arahan sutradara Riri Riza, SANG PEMIMPI, yang belum mampu menyamai pencapaian film seri pertamanya, LASKAR PELANGI, di kota Solo, Jawa Tengah.

"Berbeda dengan pemutaran film LASKAR PELANGI di Bioskop Grand 21 yang pada satu minggu pertama selalu terlihat antrean panjang pembeli tiket, kondisi tersebut tak terlihat pada pemutaran SANG PEMIMPI," kata Manajer Bioskop 21 Solo Grand Mall, Bambang Rahmad Widodo di Solo, Rabu (23/12).

Dia mengatakan, rata-rata penonton film LASKAR PELANGI di bioskop tersebut setiap hari mencapai lebih dari 600 orang. "Untuk pemutaran film SANG PEMIMPI paling banyak mencapai 600 penonton," kata dia.

Dia mengatakan, menurunnya jumlah penonton pada film sekuel seperti SANG PEMIMPI juga biasa terjadi pada film-film sekuel lainnya. "Biasanya masyarakat penasaran pada film seri pertama dan menurun animonya pada film seri berikutnya," kata dia.

Selain itu, menurutnya, sudah banyaknya masyarakat yang sudah membaca buku novel karangan Andrea Hirata, SANG PEMIMPI, yang menjadi ide cerita film dengan judul yang sama, menjadi faktor menurunnya animo masyarakat untuk menonton.

"Musim liburan yang masuk mulai pekan ini diharapkan dapat mendongkrak jumlah penonton SANG PEMIMPI," kata Bambang.

Sebelumnya, penulis cerita SANG PEMIMPI, Andrea Hirata, menargetkan tujuh juta penonton untuk film yang menjadi kelanjutan dari film LASKAR PELANGI. Pada pemutaran film seri sebelumnya yang juga diproduseri oleh Mira Lesmana, LASKAR PELANGI, jumlah penontonnya mencapai sekitar 4,6 juta.

Sebagai kelanjutan kisah dari LASKAR PELANGI, film SANG PEMIMPI mengangkat kisah masa remaja Ikal, tokoh utama kisah tersebut, yang merupakan anak keluarga pekerja rendahan di Perusahaan Negara Timah di Pulau Belitong. Bersama dua sahabatnya, Arai dan Jimbron, Ikal berjuang hingga dapat mencapai impiannya untuk bersekolah di Perancis. (ant/boo)

Nasrudin


Tak Ditemukan Ancaman Antasari di Ponsel Nasrudin


JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli teknologi informasi (TI) yang memeriksa data di dalam telepon selular (ponsel) milik almarhum Nasrudin Zulkarnen menyatakan tidak ditemukan ancaman melalui SMS dari terdakwa Antasari Azhar kepada Direktur Putra Rajawali Banjaran itu. Padahal, ancaman dari ponsel milik mantan Ketua KPK tersebut kepada Nasrudin tercatat dalam berkas perkara Antasari.

"Tidak ada (SMS ancaman)," tutur Agung Harsoyo, ahli TI dari ITB saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2009). Ikut dihadirkan ahli TI lain, Aldo Agustian. Keduanya dihadirkan oleh pihak Antasari untuk membongkar telepon genggam milik Nasrudin.

Di dalam persidangan, kedua ahli tersebut memeriksa kotak masuk (inbox) ponsel milik Nasrudin. Setelah memeriksa semua SMS yang masuk, tidak ditemukan SMS ancaman dari Antasari. "Memang tidak ada SMS, pernah ada (SMS) tapi dihapus, ada SMS tapi tertimpa (SMS lain)," tutur Aldo.

Namun, saat diperiksa, dalam kotak masuk terdapat dua SMS dari nomor milik Antasari yang masuk ke ponsel milik Nasrudin. Dua SMS masuk pada 30 November 2008. SMS yang masuk tertulis "Langsung lantai 3 Pak Nas (Nasrudin)". SMS lain, "Saya sudah bicara apa adanya Pak Nas (Nasrudin)."

Terkait tidak ditemukan SMS ancaman di ponsel milik Nasrudin, kuasa hukum Antasari meminta pengadilan agar memberi izin untuk membuka call data record (CDR) dari operator. "Kami meminta izin pengadilan untuk membuka CDR agar perkara menjadi jelas," tutur Hotma Sitompul.

Saksi ahli menjelaskan, dengan membuka CDR dapat ditelusuri apakah ada SMS ancaman kepada Nasrudin. Selain itu, dapat diketahui dari nomor berapa SMS dikirim, posisi pengirim, posisi penerima, dan data-data lain. "CDR mencatat semua aktivitas pelanggan," tutur Aldo.