Rabu, 23 Desember 2009

Bank Mandiri dan Saung Angklung Udjo

Bank Mandiri dan Saung Angklung Udjo Gali Potensi Kerajinan

Minggu, 20 Desember 2009 | 16:44 WIB

Laporan wartawan KOMPAS M Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mendukung perkembangan industri kerajinan kreatif, Bank Mandiri bersama Saung Angklung Udjo menggelar Awi-Awi Mandiri 2009.

Acara ini berisi kegiatan yang terdiri dari Lokakarya Bambu, Lomba Karya Design Produk Bambu, Pameran Karya, Workshop Bambu dan Malam Penganugrahan Karya Bambu Kreatif yang pelaksanaannya pada 10 November sampai 19 Desember 2009.

Keunikan industri kerajinan tumbuh secara konstruktif sesuai dengan perkembangan imajinasi yang universal. Produk kerajinan merupakan karya budaya yang mempunyai nilai yang tinggi sesuai dengan keragaman etnik yang ada ditanah air.

Industri kerajinan yang sebagian besar berskala kecil dan menengan berpotensi untuk terus tumbuh seiring perkembangan ide-ide kreatif yang terus muncul di masyarakat.

Senior Vice President Micro Business Bank Mandiri Tardi mengatakan Program Awi-Awi Mandiri 2008 merupakan sarana belajar yang sangat bagus bagi generasi muda dan pengrajin bambu sekaligus peningkatan awareness masyarakat terhadap kerajinan bambu.

“Langkah ini juga merupakan wujud kepedulian kami untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kerajinan bambu sebagai salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan sehingga mendapat pengakuan dunia,” kata Tardi.

Industri kerajinan hampir seluruhnya berskala usaha kecil dan menengah. Industri ini sangat potensial karena jumlahnya sangat besar dengan sebaran diseluruh pelosok tanah air dan penyerapan tenaga kerja yang banyak. Dari sekitar 3,4 juta unit usaha kecil dan menengah, 30 persen atau sekitar 1,1 unit usaha bergerak di bidang industri kerajinan.

Direktur Operasional Saung Angklung Udjo Satria Yanuar Anggasana Sastra mengemukakan bahwa perkembangan industri kerajinan selama tiga tahun terakhir cukup menggembirakan khususnya komoditi kerajinan berbahan dasar bambu.

Berbagai program kegiatan telah dilaksanakan untuk terus memacu perkembangan industri ini yang salah satunya adalah Awi Awi Mandiri 2009. Rangkaian kegiatan Awi Awi Mandiri 2009 di mulai dengan roadshow lokarkarya dari 10–24 November 2009 di 5 (lima) kota masing –masing Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Bandung menjadi kota pertama untuk melaksanakan Lokakarya Awi-Awi Mandiri 2009 dengan mengambil lokasi di Kampus ITENAS. “Jika ingin tetap eksis, kerajinan dan kesenian bambu tersebut perlu dilestarikan oleh generasi muda Indonesia. Karena saat ini generasi muda kurang memberikan apresiasi kepada kebudayaan daerah, sementara kerajinan dan kesenian bambu sendiri sangat diminati dan dihargai oleh wisatawan asing,” ujar Satria.

Madu

Madu dan Kolesterol dalam Darah

ingin mengurangi risiko terserang berbagai penyakit yang disebabkan oleh kolesterol, manfaatkan madu mulai dari sekarang!

Caranya? Campurkan 2 sendok makan madu dengan 3 sendok teh bubuk kayu manis dalam 16 ons air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10% dalam 2 jam. Selain dicampur, madu murni yang diminum sehari-hari juga dapat meringankan gangguan kesehatan akibat kolesterol.

Sumber : www.javainfobisnis.co.id

Manfaat Ikan

Makan Ikan Agar Jantung tetap Sehat

Satu lagi manfaat ikan ditemukan, selain kaya protein, daging ikan juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menyehatkan jantung.

Berdasarkan sebuah data dari Reutershealth menunjukan bahwa lebih banyak warga Amerika yang terkena penyakit penyumbatan aliran darah serta jantung koroner dibandingkan dengan warga Jepang yang memang dikenal hobi mengkonsumsi ikan sebagai lauknya.

Seperti yang telah diketahui, kandungan omega 3 pada ikan dapat menyembuhkan penyumbatan di aliran darah, dan secara otomatis, hal tersebut memperkecil risiko terkena penyakit jantung koroner. Tapi, bukan itu saja faktor yang menyebabkan mengapa orang Jepang kecil risiko terkena penyakit jantung. Faktor lainnya adalah pola makan orang Jepang yang terbiasa mengkonsumsi makanan secara mentah atau rebus.

Sumber : www.javainfobisnis.co.id

Kamis, 17 Desember 2009

Perbedaan dan Persamaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen



Perbedaan :

  • Akuntansi manajemen memusatkan pada penyediaan data umum kegunaan intern manager.
  • Akuntansi manajemen lebih menitikbesarkan masa depan.
  • Akuntansi manajemen tidak diatur prinsif akuntasi yang diterima umum.
  • Akuntansi manajemen menitikbesarkan fleksibilitasi data.
  • Akuntansi manajemen kurang menekankan ketelitian dan lebih menekankan data non meneter.
  • Akuntansi manajemen menitik beratkan bagian organisasi, dari pada melihat organisasi sebagai keseluruhan.
  • Akuntansi manajemen.mengambil banyak sekali disiplin lain.
  • Akuntansi manajemen tidak bersifat keharusan.

Persamaannya :

1. Keduanya bersandar kepada informasi akuntansi.
Mempunyai dua sisitem pengumpulan data berbeda yang berjalan berdampingan, akan merupakan pemborosan uang. Karena alasan ini, akuntansi manajemen memanfaatkan seluas – luasnya data akuntansi keuangan dihasilkan secara rutin, meskipun akuntansi manajemen memperluas dan menambah data tersebut.

2. Baik akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen sangat bersandar kepada konsep pertanggung jawaban dan konsep kepengurusan.
Akuntansi keuangan berkaitan dengan kepengurusan perusahaan sebagai suatu keseluruhan, sedangkan akuntansi manajemen berkaitan dengan kepengurusan bagian perusahaan dan kaitan ini meluas sampai pada orang terakhir dalam organisasi yang mempuyai tanggung jawab apapun atas biaya. Sesungguhnya dari sudut pandang akuntansi pertanggung jawaban, akuntansi keuangan dapat dipandang sebagai puncak, sedangkan akuntansi manajemen sebagai pengisi bagian terbesar dari piramid bagian bawah.



sumber : dwiermayanti.wordpress.com

Ilmu Tentang Koperasi


Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.

Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:

  • Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
  • Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.

Pada Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.

Sejarah Berdirinya Koperasi Dunia

Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia.

Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.

Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian.

Gerakan Koperasi di Indonesia

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UU no. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :

  • Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi
  • Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
  • Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
  • Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda

Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU Nomor 91 pada Tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari UU no. 431 seperti :

  • Hanya membayar 3 gulden untuk materai
  • Bisa menggunakan bahasa daerah
  • Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
  • Perizinan bisa didaerah setempat

Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.


Fungsi dan Peran Koperasi

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:

  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
  • Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar

Prinsip Koperasi

Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu:

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  • Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi)
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoprasian
  • kerjasama antar koperasi

Jenis-jenis Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian


Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

  • Koperasi Simpan Pinjam
  • Koperasi Konsumen
  • Koperasi Produsen
  • Koperasi Pemasaran
  • Koperasi Jasa

Koperasi Simpan Pinjam Adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman

Koperasi Konsumen Adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi

Koperasi Produsen Adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.

Koperasi Pemasaran Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya

Koperasi Jasa Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.


Sumber Modal Koperasi

Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.

modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:

  • Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
  • Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
  • Simpanan khusus/lain-lain misalnya:Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.
  • Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  • Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.

adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:

  • Anggota dan calon anggota
  • Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
  • Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
  • Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Sumber lain yang sah

Mekanisme Pendirian Koperasi

Mekanisme pendirian koperasi terdiri dari beberapa tahap. Pertama-tama adalah pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi membutuhkan minimal 20 anggota. Kedua, Para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota, untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi ( ketua, sekertaris, dan bendahara ). Setelah itu, koperasi tersebut harus merencanakan anggaran dasar dan rumah tangga koperasi itu. Lalu meminta perizinan dari negara. Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik dan benar.

Perangkat Organisasi Koperasi

Rapat Anggota

Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu., termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas.

Pengurus

Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota.

Pengawas

Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota

Lambang Koperasi Indonesia

Lambang gerakan koperasi Indonesia memiliki arti sebagai berikut :

1. Rantai melambangkan persahabatan yang kokoh.

2. Roda bergigi menggambarkan upaya keras yang ditempuh secara terus menerus.

3. Kapas dan padi berarti menggambarkan kemakmuran rakyat yang diusahakan oleh koperasi.

4. Timbangan berarti keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi.

5. Bintang dalam perisai artinya Pancasila, merupakan landasan ideal koperasi.

6. Pohon beringin menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian Indonesia yang kokoh berakar.

7. Koperasi Indonesia menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat Indonesia.

8. Warna merah dan putih menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Logo gerakan koperasi.gif


sumber : wikipedia.org





Sabtu, 14 November 2009

Dien Tamaela, Putri Dokter dari Maluku


Puisi Chairil Anwar berjudul Cerita Buat Dien Tamaela, sangat populer. Meskipun begitu populer, Dien Tamaela ternyata menjadi sebuah misteri. Siapakah Dien Tamaela? Dien Tamaela bernama lengkap Leonardine Hendriette Tamaela. Dia lahir di Palembang, 27 Desember 1923 sebagai putri pertama pasangan dr Lodwijk Tamaela dan Mien Jacomina Pattiradjawane.

Dien mempunyai seorang adik kandung bernama Lebrin Agustien Tamaela, yang lahir di Malang, 21 Agustus 1926. Sang adik dikenal dengan nama Dee, seorang dokter anak yang masih hidup di Menteng Jakarta Pusat dalam usia 83 tahun.

Dien dan Dee adalah putri dr Lodwijk Tamaela, pria kelahiran Ambon, 4 Maret 1896. Sang dokter meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalulintas di Mojokerto, 27 Juli 1938. Nama sang dokter diabadikan di Ambon sebagai nama ruas jalan dari Tugu Trikora menuju Batugantung.

Ibunda Dien dan Dee yakni Mien Jacomina Pattiradjawane lahir di Ambon, 8 September 1897. Sejak sang suami meninggal tahun 1938, Mien jualah yang mengasuh kedua putrinya. Waktu itu Dien berusia 15 tahun dan Dee baru 12 tahun.

Mien hidup di Jakarta dalam usia yang panjang. Dia baru menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 28 Oktober 1996 dalam usia 99 tahun.

Dien Tamaela sempat belajar di MULO Jakarta. Namun sampai kelas dua, dia pindah ke Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak. Nahas sebab pada tahun 1942, Jepang mulai menguasai Jakarta sehingga sekolah-sekolah ditutup.

Dien pun putus sekolah. Tapi Dien melamar kerja di kantor pemerintah Jepang, dan diterima sebagai tenaga administrasi sampai Indonesia merdeka. Setelah Jepang angkat kaki, tentara NICA ada di mana-mana.

Meskipun situasi tidak menentu, namun komunitas Maluku di Jakarta tetap berada dalam tradisi seni. Dien yang pandai bermain piano, secara rutin tampil dalam siaran budaya Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta.

Sebagai pianis, mengiringi pemuda-pemuda Ambon bernyanyi. Dien juga masuk dalam kelompok penyanyi. Lagu-lagu dan pantun antara lain ditulis oleh seniman Buce Tahalele.

Sementara Dee, adik kandung Dien yang hidup membujang di Apartemen Eksekutif Menteng, lebih beruntung ketimbang kakaknya. Dee mendapat kesempatan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus tahun 1956. Dia memilih menjadi dokter anak dan bekerja sampai pensiun. Dee pernah bertugas di RSU Kudamati Ambon tahun 1957-1960.
Sumber : okezone.com


Cerita Buat Dien Tamaela


Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut

Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala.
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama.

Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.

Mari menari!
Mari beria!
Mari berlupa!

Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu!

Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau....

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu.




Senin, 02 November 2009

Puisi dan Cerpen

LUKA

saat aku ingin berlari

yang ada hanya sepi

saat aku ingin berdiri

yang ada hanya lirih

bisu….

diamkan saja aku…

sampai goresan hati terbuka kembali

biarkan saja aku!!!

hingga luka lama terbuka kembali

hentikan….

tolong..

jangan sakiti aku lagi…

demi ku, kamu, dan dia…..



CINTA

Mungkin kau tak lagi mengingatku
Mungkin aku tak lagi pernah ada dalam hatimu..
Mungkin kau tak lagi membayangkanku
mengingat semua kenangan yang pernah terangkai di antara kita
Biarlah …
Biarlah aku tetap dalam bayangmu
Biarlah aku selalu mengingatmu
mengenangmu dalam setiap langkahku
Sekalipun rindumu tak ada
Biarlah rinduku yang berjaya
Sekalipun cintamu telah memudar
biarlah cintaku yang terus bersinar
meski terpuruk dalam keputusasaan
Maafkan ….
Maafkan karena aku mencintaimu
Maafkan karena rindu itu tak mau hilang
Karena …
jauh dilubuk hatiku
masih tersimpan harapan
tuk tetap dicintaimu




Cermin Seekor Burung


Ketika musim kemarau baru saja mulai. Seekor burung pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara, mencari udara yang selalu dingin dan sejuk.

Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.

Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.

Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat menghampirinya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Dia menghardik si kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.

Si kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit semakin marah dan memaki maki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa bernapas.

Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya.

Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, si burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.

Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si burung, dan tamatlah riwayat si burung pipit ditelan oleh si kucing.

Hmm… tak sulit untuk menarik garis terang dari kisah ini, sesuatu yang acap terjadi dalam kehidupan kita: halaman tetangga tampak selalu lebih hijau; penampilan acap menjadi ukuran; yang buruk acap dianggap bencana dan tak melihat hikmah yang bermain di sebaliknya; dan merasa bangga dengan nikmat yang sekejap. Burung pipit itu adalah cermin yang memantulkan wajah kita…